Indonesia akan memberikan suntikan booster tenaga medis setelah kematian

vaksin

Tenaga kesehatan di Indonesia yang terkena virus corona dipastikan akan mendapatkan suntikan booster ketiga dengan menggunakan vaksinasi Moderna, kata pihak berwenang pada Jumat, setelah sejumlah petugas medis yang disuntik lengkap meninggal dunia akibat COVID-3.

Negara Asia Tenggara, yang berjuang melawan episode paling parahnya hari ini yang didorong oleh alternatif Delta, sebenarnya sangat bergantung pada suntikan Sinovac buatan China dalam peluncuran vaksinasinya.

Tetapi dari 1,000 karyawan klinis yang telah meninggal karena COVID-19, lebih dari satu yang sepenuhnya diinokulasi, menurut organisasi klinis nasional, meningkatkan kekhawatiran baru tentang Sinovac.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim pemerintah federal akan memberikan suntikan tambahan kepada 1.47 juta karyawan kesehatan dan kebugaran dengan memanfaatkan vaksinasi yang dibuat oleh perusahaan biotek Amerika Serikat Moderna.

“Jab ketiga hanya diberikan kepada tenaga kesehatan, karena tenaga kesehatan lah yang setiap hari terpapar virus tingkat tinggi,” ujarnya saat diwawancarai.

“Mereka harus dilindungi dengan segala cara.”

Sumbangan 4 juta suntikan Moderna pasti akan sampai di sini dalam beberapa hari ke depan dari Amerika Serikat, setelah itu suntikan tenaga medis akan dimulai, katanya.

Baik Moderna maupun Sinovac mematuhi rejimen 2-jab.

Moderna mengklaim vaksinasinya 90 persen efisien terhadap semua jenis kondisi serta 95 persen efisien melawan kondisi serius.

Performa Sinovac terhadap semua jenis kondisi serta kondisi serius berkurang.